Menejemen Perawatan Pada Komputer

Jumat, 15 Februari 2013
1.PengertianPerawatan.
Secara umum pengertian perawatan ( maintenance ) itu sendiri dapat diartikan sebagai
kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas atau peralatan pabrik dan mengadakan
kegiatan pemeliharaan, perbaikan penyesuaian, maupun penggantian sebagian peralatan
yang diperlukan agar sarana fasilitas pada kondisi yang diharapkan dan selalu dalam
kondisi siap pakai.
2.TujuanPerawatan.
Peranan kegiatan perawatan dirasakan sangat besar pengaruhnya terhadap kelancaran
produksi. Perawatan mempunyai tujuan :
1) Memperpanjang usia kegunaan aset. Hal ini terutama penting di negara berkembang
karena kurangnya sumber daya modal untuk penggantian.
2) Menjamin ketersediaan optimum peralatan yang dipasang untuk produksi, antara lain :
a). Selalu siap bila diperlukan sesuai dengan rencana.
b). Tidak rusak selama produksi berjalan.
c). Dapat bekerja dengan efisien dan kapasitas yang diinginkan.
3) Menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan
darurat setiap waktu, misalnya unit cadangan , unit pemadam kebakaran dan sebagainya.
4) Menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana tersebut. Menghemat waktu,
biaya dan material karena peralatan terhindar dari kerusakan besar.
5) Kerugian baik material maupun personel akibat kerusakan dapat dihindari sedini
mungkin, karena terjadinya kerusakan da atau timbulnya kerusakan tambahan akibat
kerusakan awal dapat segera dicegah.
3.PerananPerawatan
Bahwa kegiatan perawatan bukan suatu kegiatan yang hanya memboroskan dana dan
membuang-buang waktu saja, melainkan justru sebagai penunjang untuk menjaga
kestabilan dari proses kegiatan operasional. Adapun keuntungan – keuntungan dari
perawatan yang baik adalah :
1). Berkurangnya kemungkinan terjadinya perbaikan darurat.
2). Tenaga kerja pada bidang perawatan dapat lebih efisien.
3). Kesiapan dan kehandalan dapat lebih efisien.
4). Memberikan informasi kapan peralatan perlu diperbaiki atau diganti.
5). Anggaran perawatan dapat dikendalikan.
Manajemen perawatan dapat digunakan untuk membuat sebuah kebijakan mengenai
aktivitas perawatan, dengan melibatkan aspek teknis dan pengendalian manajemen ke
dalam sebuah program perawatan. Pada umumnya, semakin tingginya aktivitas perbaikan
dalam sebuah sistem, kebutuhan akan manajemen dan pengendalian di perawatan
menjadi semakin penting.
Berikut adalah 9 pendekatan untuk membuat sebuah program perawatan yang efektif:
1. Mengidentifikasi kekurangan eksisting
2. Membuat tujuan akhir dari program
3. Menetapkan skala prioritas
4. Menetapkan parameter untuk pengukuran performansi
5. Menetapkan rencana jangka pendek dan juga jangka panjang
6. Sosialisasi perencanaan terhadap bagian-bagian yang terkait
7. Implementasi perencanaan
8. Laporan berkala
9. Pemeriksaan kemajuan secara rutin
Pengklasifikasian Perawatan
Preventive Maintenance
Preventive Maintenance adalah salah satu komponen penting dalam aktivitas perawatan
(maintenance). Preventive maintenance adalah aktivitas perawatan yang dilakukan
sebelum terjadinya kegagalan atau kerusakan pada sebuah sistem atau komponen, dimana
sebelumnya sudah dilakukan perencanaan dengan pengawasan yang sistematik, deteksi,
dan koreksi, agar sistem atau komponen tersebut dapat mempertahankan kapabilitas
fungsionalnya. Beberapa tujuan dari preventive maintenance adalah mendeteksi lebih
awal terjadinya kegagalan/kerusakan, meminimalisasi terjadinya kegagalan, dan
meminimalisasi kegagalan produk yang disebabkan oleh kerusakan sistem.
• Time Directed Maintenance
Time directed maintenance dapat dilakukan apabila variabel waktu dari komponen atau
sistem diketahui. Kebijakan perawatan yang sesuai untuk diterapkan pada time directed
maintenance adalah periodic maintenance dan on-condition maintenance. Periodic
maintenance (hard time maintenance) adalah perawatan pencegahan yang dilakukan
secara terjadwal dan bertujuan untuk mengganti sebuah komponen atau system
berdasarkan interval waktu tertentu. On-condition maintenance merupakan kegiatan
perawatan yang dilakukan berdasarkan kebijakan operator.
• Condition Based Maintenance
Condition Base Maintenance merupakan aktivitas perawatan pencegahan yang dilakukan
berdasarkan kondisi tertentu dari suatu komponen atau sistem, yang bertujuan untuk
mengantisipasi sebuah komponen atau sistem agar tidak mengalami kerusakan. Karena
variable waktunya tidak pasti diketahui, kebijakan yang sesuai dengan kondisi tersebut
adalah predictive maintenance. Predictive Maintenance merupakan suatu kegiatan
perawatan yang dilakukan dengan menggunakan sistem monitoring, misalnya analisis
dan komposisi gas.
• Failure Finding
Failure Finding merupakan kegiatan perawatan pencegahan yang bertujuan untuk
mendeteksi kegagalan yang tersembunyi, dilakukan dengan cara memeriksa fungsi
tersembunyi (hcidden function) secara periodik untuk memastikan kapan suatu komponen
mengalami kegagalan.
• Run to Failure
Run to Failure tergolong sebagai perawatan pencegahan karena faktor ketidaksengajaan
yang bisa saja terjadi dalam beberapa peralatan. Disebut juga sebagai no schedule
maintenance karena dilakukan jika tidak ada tindakan pencegahan yang efektif dan
efisien yang dapat dilakukan, jika dilakukan tindakan pencegahan terlalu mahal atau
dampak kegagalan tidak terlalu esensial (tidak terlalu berpengaruh).
Corrective Maintenance
Corrective Maintenance merupakan kegiatan perawatan yang dilakukan untuk mengatasi
kegagalan atau kerusakan yang ditemukan selama masa waktu preventive maintenance.
Pada umumnya, corrective maintenance bukanlah aktivitas perawatan yang terjadwal,
karena dilakukan setelah sebuah komponen mengalami kerusakan dan bertujuan untuk
mengembalikan kehandalan sebuah komponen atau sistem ke kondisi semula.

0 komentar:

Posting Komentar